Kisah Hidup NN

Budi Apriyanto lahir dari pasangan suami istri, La Hani dan Liana, ia lahir di salah satu kota di provinsi Papua Barat yaitu sekarang kota sorong pada 20 April 1982, lahir di kalangan keluarga besar La Ode Mida jumlah kandungnya 13 orang dia adalah anak pertama dari pasangan La Hani dan Liana, ayahnya bekerja di salah satu perusahaan di kota sorong, ayahnya cukup disiplin dalam mendidik anak-anaknya. sejak ia kecil ia anak yang bersifat pemalu dan penakut terhadap binatang yang telah mati. ia pernah ditakuti kakak sepupunya kepala kambing ia lari sambil menangis karena takutnya kepala kambing. semenjak ia berusia 7 tahun ayahnya memasukkan ia di sebuah sekolah di kota sorong yaitu SD Muhammadiyah 1 remu, sejak ia duduk di bangku SD belum begitu terlihat kemampuannya menguasai pelajaran-pelajaran bahkan ia sempat tinggal kelas 3 kali di SD mulai dari kelas 1, kelas 3 dan kelas 4, ayahnya dan ibunya terus memberi ia semangat untuk sekolah dan belajar, dan di sekolah SD Muhammadiyah 1 kota sorong ada seorang guru kelas 6 yang juga membantu memberi semangat kepada ia guru itu menjadi walikelasnya saat ia duduk di bangku kelas 6 ia terus dididik dengan baik, setamat SD tahun 1996, Ia masuk ke sebuah SMP yaitu SMP Muhammadiyah di sorong semenjak ia duduk di bangku SMP kemapuannya menguasai materi ajar mulai terlihat yang menjadi menonjol saat ia duduk di bangku kelas 2 SMP, tapi sayang saat itu terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggalnya, ia sudah sering terlihat membolos sekolah, ia menjadi kondektur di taxi saat membolos, saat mau kenaikan kelas 3 ia sempat membolos dan para guru sangat marah atas tindakan yang ia buat ia menjadi bulan-bulanan ceramahan atau nasihat para guru yang membanggakannya tapi entah pikiran apa yang membuat ia mengambil jalan pintas untuk tidak bersekolah ia keluar sekolah karena hanya karena uang. kedua orang tuanya sangat murka saat ia memutuskan tidak sekolah lagi. kedua orang tuannya terus membujuknya untuk kembali sekolah, saat itu yang berperan besar untuk membujuknya sekolah lagi adalah ibunya, ibunya sangat menyayangkan kalau ia tak sekolah. ia berhenti sekolah selama 1 tahun sejak tahun 1998, selama ia berhenti sekolah ia selalu ikut orang bekerja sebagai kuli bangunan. selama ia tak sekolah ia sering bertemu dengan teman-teman seperjuangannya mulai dari SD hingga SMP. ia terlihat malu sejak bertemu dengan teman-temannya yang sedang sekolah, sejak ia tak sekolah salah satu sahabat karibnya yang dari SD hingga SMP selalu datang kerumahnya untuk bertemu dengan ia sebagi sahabat ia terus memberi semangat kepada budi. entah hal apa yang membuat ia tersentuh ia mengatakan kepada ibunya ia ingin kembali sekolah, ayah dan ibunya merasa senang kembali melihat ia ingin sekolah lagi, tapi kedua orang tuanya memutuskan akan mengirimkan ia sekolah di salah satu kecamatan di kabupaten yapen waropen yaitu kecamatan waropen. bawah saat ini menjadi kabupaten pemekaran yaitu kabupaten waropen. ia di kirim ke kecamatan itu karena pa’denya bertugas di kabupaten itu sebagai guru SMPN 1 Waren yaitu guru olah raga. pa’denya bertugas di kecamatan itu sejak tahun 1967. saat ia bersekolah di situ ke disiplinan yang ketat ia dapatkan. sebelum ke sekolah ia harus sholat subuh, membantu menyiapkan apa saja yang ada, pulang sekolah ia makan setelah makan ia  di anjurkan untu belajar, setelah itu ia istirahat, untuk keluar rumahpun ia tak di bebaskan begitu saja itu pun saat ia berlatih bermain bola, kegiatan-kegiatan sekolah atau yang baik yang ia di bebaskan keluar rumah, ia dibantu dididik oleh kakak-kakak sepupunya, semenjak ia sekolah di bangku SMP ia selalu menjadi siswa yang terbilang sangat memuaskan nilainya. saat liburan sekolah ia di izinkan untuk berkunjung ke orang tuanya di kota sorong. setelah ia tamat SMPN 1 waren tahun 2000 dengan prestasi yang sangat memuaskan, ia memutuskan untuk masuk SMK sorong ia ingin mengikuti jejak ayahnya yang sebagi ahli mesin bubut, tapi sayang ia terlambat mendaftarkan diri, sehingga membuat ia harus kembali ke waren untuk sekolah di SMAN 1 waren, sejak ia masuk ke sekolah itu ia mendapat perhatian dari guru-gurunya karena kedisiplinannya kemampuannya mengikuti pelajaran, bahkan sejak duduk di bangku sekolah SMAN 1 waren ia bersama teman sewaktu SMP selalu di kirim mengikuti berbagai lomba. prestasinya sangat terlihat bagus saat ia duduk di bangku kelas SMA, selain kemampuan kognitif yang ia miliki ia juga memiliki kemapuan mengolah si kulit bundar. ia telah mengikuti berbagai ivent di waropen baik bersama teman sekolahnya dan bersama club lokal yang ia bela. berbagai kegiatan ia ikuti seperti pramuka, paskibra, dan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah. saat ia duduk di kelas 3 SMA ia mendapat kepercayaan untuk menduduki kelas IPA 1 yang berjumlah 11 siswa 2 laki-laki 9 perempuan. saat ujian kelulusan ia sempat jatuh sakit sehingga membuat ia tak konsentrasi untuk belajar penuh. tapi nilai yang di dapanya terbilang baik sekali. sebelum ia tamat SMA ia di minta bekerja di kantor BPS kabupaten waropen, kepala BPS saat itu memintanya untuk membantu menjadi panitia pemeriksa sensus penduduk 2003 dan sensus pertanian, setelah tamat SMA ada perlombaan kabupaten Waropen mencari pemain ia mengikuti club lokal yaitu ORGUN yang telah mendidknya untuk menguasai sepak bola saat itu ia berposisi sebagai gelandang bertahan ia membawa timnya menjadi juara 3 dari 57 tim yang bertanding. ia mendapatkan namanya di club kabupaten. saat itu club membutuhkan pemain sepertinya. tidak lama kemudian ia memutuskan untuk kembali ke sorong untuk kuliah, setibanya di sorong tahun 2005 ia mendaftarkan dirinya sebagai mahasiswa PGSD ( pendidikan guru sekolah dasar ) pada Universitas muhammadiyah Al-amin kota sorong. semenjak ia kuliah di UNAMIN sorong saat itu prodi yang ia ikuti mendapat masalah alias tak di akui pemerintah, sehingga ia dan teman-temannya harus berorasi menuntut kebenaran terhadap pihak kampus, sehingga pihak Unamin harus mencari kerja sama dengan pihak luar yaitu Universitas Muhammadiyah Makasar yang mendapat izin dari pemerintah untuk membuka program PGSD. setelah berhasil mereka kuliah dengan baik lagi. setlah mengadakan wisuda budi mendapatkan cumlude dengan IP 3.50. setelah menyelesaikan pendidikan guru SD 3 tahun ia mendapatkan kesempatan mengajar di SD Muhammadiyah 2 kota sorong tahun 2008 setelah menagbdikan diri di SD itu ia mendapatkan kesempatan untuk ikut tes CPNS thn 2008 setelah itu ia berhasil terangkat menjadi guru CPNS thn 2009 dan pada tahun 2010 ia terangkat secar resmi menjadi guru PNS. setelah itu ia menikahi wanita asal makasar dan kini memiliki seorang putra. sampai saat ini ia melaksanakan tugas di sebuah pulau wilayah pemerintah kota sorong sejak 2010 hingga sekarang. berbagai pertasi ia telah ukir selama ini dan telah menghasilkan siswa-siswa berprestasi yang telah ia ajari. dan kini ia sedang mengikuti program pendidikan jarak jauh PGSD yang di selenggarakan bersama pemkot sorong, UMS sorong, dan UHAMKA jakarta di tahun ini ia akan menyandang gelar S.Pd. 

kisah ini akan menjadi pengalaman hidupnya yang berharga baginya dan yang dia harapkan bahwa seluruh hidup manusia akan berubah baik jika memiliki motivasi dan semangat yang tinggi. perjalanan yang cukup membuat dia tak patah semangat ia akan terus mengukir prestasi untuk dirinya, keluarga, bahkan para siswanya ataupun untuk orang banyak. cita-citanya yaitu menciptakan manusia yang penuh disiplin terhadap ilmu pengetahuan dalam menjalankan hidup.

2 thoughts on “Kisah Hidup NN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s