Bentuk-betuk Negara menurut Aristoteles

a. Monarki (bentuk murni), tirani (bentuk merosot)

b. Demokrasi (bentuk murni) okhlorasi (bentuk merosot)

c. Republik : (berasal dari bahasa latin : Res Publica = kepentingan umum), ialah negara dengan pemerintahan rakyat yang di kepalai oleh seorang presiden sebagai kepala negara yang dipilih dari dan oleh rakyat untuk suatu masa jabatan tertentu ( Amerika serikat 4 tahun, Indonesia 5 tahun ). Biasanya presiden dapat dipilih kembali setelah habis masa jabatannya.

d. Monarki Parlementer : ialah suatu monarki, dimana terdapat suatu parlemen (DPR), tarhadap dewan mana para menteri, baik perseorangan maupun secara keseluruhan bertanggung jawab sepenuhnya.

Dalam sistem parlementer, raja selaku kepala negara merupakan lambang kesatuan negara, yang tidak dapat diganggu gugat, tidak dapat dipertanggung jawabkan ( the King can do not wrong ); yang bertanggung jawab atas kebijaksanaan pemerintah menteri baik bersama-sama untuk seluruhnya maupun seseorang untuk bidangnya sendiri ( sistem pertanggung jawaban menteri : tanggung jawab politik, pidana dan keuangan ).

Seperti dengan monarki, maka republik itu pun mempunyai sistem-sistem :

1. Republik Mutlak (absolut)

2. Repulik Konstitusional

3. Republik Parlementer

Dalam pengertian bentuk pemerintahan termasuk juga diktator. Diktator ialah negara yang diperintah oleh seorang diktaktor dengan kekuasaan mutlak. Diktaktor memperoleh kekuasaan yang tak terbatas itu bukan karena hak turun temurun (raja) melainkan karena revolusi yang dipimpinnya. Ia memerintah selama ia dapat mempertahankan dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s